Boruto dan Detective Conan Termasuk Komik atau Manga? Ini Jawabannya

Table of Contents

 

Boruto dan Detective Conan Termasuk Komik atau Manga? Ini Jawabannya

m.satupiston.com - Boruto dan Detective Conan sering disebut sebagai komik oleh sebagian pembaca di Indonesia, tetapi secara terminologi yang benar keduanya termasuk dalam kategori manga yang memiliki karakteristik khusus dari Jepang.

Perbedaan istilah komik dan manga kerap menimbulkan kebingungan di kalangan pembaca awam yang tidak familiar dengan asal-usul dan sistem publikasi karya tersebut.

Fenomena globalisasi budaya populer Jepang membuat istilah manga semakin dikenal luas, namun penggunaan kata komik masih sering dipakai secara umum sebagai istilah payung.

Meski demikian, kedua karakter tersebut masih bisa ditemui di banyak aplikasi komik.

Pengertian Komik dan Manga dalam Perspektif Industri

Komik merupakan istilah umum yang merujuk pada karya visual naratif yang menggabungkan gambar dan teks untuk menyampaikan cerita kepada pembaca.

Komik dapat berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Korea Selatan, dan Jepang dengan gaya visual dan teknik penceritaan yang berbeda.

Manga adalah istilah khusus yang digunakan untuk menyebut komik yang berasal dari Jepang dan diproduksi sesuai dengan standar industri penerbitan Jepang.

Manga memiliki ciri khas seperti format baca dari kanan ke kiri, gaya visual tertentu, dan sistem serialisasi yang terstruktur dalam majalah mingguan atau bulanan.

Industri manga di Jepang telah berkembang sejak abad ke-20 dan menjadi salah satu sektor kreatif terbesar yang berkontribusi terhadap ekonomi negara tersebut.

Istilah manga sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti gambar spontan atau gambar bebas, yang kemudian berevolusi menjadi media naratif modern.

Boruto dan Detective Conan Secara Resmi Dikategorikan sebagai Manga

Boruto: Naruto Next Generations merupakan karya yang berasal dari Jepang dan pertama kali diterbitkan oleh Shueisha melalui majalah serial manga.

Karya ini merupakan kelanjutan dari seri Naruto yang diciptakan oleh Masashi Kishimoto yang dikenal sebagai salah satu mangaka paling berpengaruh di dunia.

Boruto diterbitkan dalam format manga sebelum diadaptasi menjadi anime, yang menunjukkan bahwa bentuk aslinya adalah manga dan bukan komik dalam pengertian umum global.

Hal yang sama berlaku untuk Detective Conan yang diciptakan oleh Gosho Aoyama dan diterbitkan oleh Shogakukan.

Detective Conan pertama kali muncul dalam majalah manga mingguan di Jepang sebelum berkembang menjadi waralaba multimedia yang mencakup anime, film, dan berbagai produk lainnya.

Status sebagai manga ditentukan oleh asal negara, metode produksi, dan sistem distribusi yang mengikuti standar industri Jepang.

Mengapa Banyak Orang Indonesia Menyebutnya Komik?

Penggunaan istilah komik di Indonesia dipengaruhi oleh sejarah penerjemahan dan distribusi karya visual sejak era sebelum popularitas istilah manga meningkat.

Pada masa awal distribusi, penerbit lokal sering menggunakan istilah komik sebagai istilah umum untuk memudahkan pemasaran kepada pembaca.

Istilah komik lebih dulu dikenal oleh masyarakat Indonesia melalui komik Barat seperti Superman dan Batman sebelum manga Jepang populer.

Ketika manga mulai masuk ke Indonesia secara luas pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, istilah komik sudah menjadi istilah generik yang melekat.

Akibatnya, masyarakat awam menggunakan istilah komik untuk semua jenis cerita bergambar tanpa membedakan asal negaranya.

Namun secara akademis dan industri, manga tetap diklasifikasikan secara terpisah dari komik Barat.

Ciri Khas Manga yang Membedakannya dari Komik Lain

Manga memiliki format baca dari kanan ke kiri yang mengikuti sistem penulisan tradisional Jepang.

Gaya visual manga cenderung memiliki ekspresi karakter yang dramatis dan detail emosi yang kuat.

Manga biasanya dipublikasikan secara serial dalam majalah sebelum dikompilasi menjadi volume buku yang disebut tankōbon.

Proses serialisasi memungkinkan pembaca mengikuti perkembangan cerita secara bertahap dalam jangka waktu panjang.

Boruto dan Detective Conan mengikuti sistem serialisasi ini yang memperkuat statusnya sebagai manga.

Mangaka sebagai kreator memiliki peran sentral dalam produksi manga dibandingkan dengan komik Barat yang sering melibatkan banyak kreator dalam satu proyek.

Dampak Manga terhadap Industri Hiburan Global

Manga telah menjadi bagian penting dari industri hiburan global dengan jutaan pembaca di berbagai negara.

Popularitas manga mendorong adaptasi ke dalam bentuk anime, film, game, dan merchandise.

Boruto dan Detective Conan merupakan contoh sukses manga yang berkembang menjadi waralaba internasional.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa manga memiliki daya tarik universal yang melampaui batas budaya.

Distribusi digital juga memperluas jangkauan manga ke pembaca global secara lebih cepat dan efisien.

Industri manga kini menjadi salah satu simbol kekuatan soft power Jepang di dunia.***