7 Fungsi Sound Card Untuk Recording, Penting dan Vital

 

m.satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai fungsi dari sound card untuk recording.

 

Untuk kita yang hendak membangun studio rekaman baik itu untuk kelas bisnis atau untuk sekedar home recording, tentu wajib memiliki beberapa peralatan yang menunjang untuk keperluan recording atau rekaman.

 

Salah satu alat yang penting dan vital dalam proses recording adalah sound card. Kenapa bisa penting? Apa artinya? Apa fungsinya? Mari kita bahas bersama dalam artikel ini.

 

Pengertian Sound Card

Secara bahasa, sound card bila kita terjemahkan artinya adalah kartu suara. Sound card ini kurang lebih serupa dengan video card atau VGA atau GPU.

 

Bedanya, sound card berurusan dengan audio, sedangkan video card berurusan dengan visual.

 

Apa yang sama dari sound card dan video card adalah keduanya sama-sama merupakan komponen untuk komputer, setidaknya itu yang akan kita bahas dalam artikel ini.

 

Nah sound card ini ada beberapa jenis, mulai dari yang onboard atau bawaan dari komputer atau laptop kita.

 

Lalu ada juga yang offboard dan juga merupakan bawaan dari komputer namun yang off road ini bisa dilepas pasang.

 

Sedangkan sound card yang umum digunakan untuk kebutuhan recording adalah sound card jenis external yang cenderung lebih bervariatif mulai dari harga dan kualitasnya.

 

Fungsi Sound Card Untuk Recording

7 Fungsi Sound Card Untuk Recording, Penting dan Vital

Secara umum, fungsi sound card untuk recording adalah sebagai alat untuk mengkonversikan sinyal audio analog dari instrumen seperti gitar, microphone, dan sebagainya menjadi sinyal audio digital yang nantinya dapat dikelola di software editing audio.

 

Namun bila kita jabarkan lebih lanjut, ada beberapa fungsi lain dari sound card yang dikhususkan untuk recording:

1. Alat Penghubung Instrumen Menuju Komputer

Sebenarnya sebelum adanya sound card eksternal dan komputer, sudah lebih dulu ada alat recording lain baik yang konvensional maupun digital. Namun karena kita bahas sound card, maka kurang lebih pasangannya adalah komputer.

 

Seperti yang kita ketahui, agar sinyal audio dari instrumen atau alat musik dapat dicatat di software audio, maka harus ada penghubung, dan penghubung tersebut adalah sound card atau dikenal juga sebagai audio interface.

 

Gelombang audio yang dihasilkan instrumen, nantinya akan dikonversikan oleh sound card dan diteruskan pada software audio agar dapat dicatat sebagai mana mestinya.

 

2. Meningkatkan Kualitas Audio

Pada dasarnya, sound card pada komputer sudah dapat digunakan untuk melakukan recording. Hanya saja kualitasnya yang buruk, misal mendem, kurang keras, dan lain sebagainya.

 

Dengan menggunakan sound card khusus recording, nantinya audio yang buruk seperti kurang keras, mendem, atau terlalu cempreng dapat diperbaiki (dalam proses taking).

 

3. Meminimalisir Adanya Latency

Selain mendem dan kurang keras, biasanya sound card bawaan komputer memiliki penyakit yakni memiliki latency yang besar.

 

Apa itu latency? Singkatnya latency adalah delay yang dihasilkan ketika kita memainkan instrumen.

 

Misalnya saat kita memainkan gitar, saat kita memetik senar, maka harusnya suara yang dihasilkan di DAW harus pas dan tidak ada delay.

 

Jika ada delay, biasanya suara akan terkesan memiliki gema. Dan delay atau latency ini sangat tidak baik dalam menerapkan tempo musik saat kita tengah recording.

 

4. Membantu Proses Editing

Saat nanti kita melakukan editing termasuk mixing dan mastering, maka selain speaker flat yang mumpuni, kita juga harus menggunakan sound card yang mumpuni.

 

Pasalnya, tak jarang sound card yang tidak dikhususkan untuk recording akan mengeluarkan suara yang tidak flat atau memiliki eq tersendiri.

 

Hal ini pernah kami alami ketika membandingkan beberapa eq hasil dari output sound card bawaan komputer dan beberapa sound card untuk rekaman.

 

5. Menghidupkan Microphone Condensor

Pada sound card recording, biasanya sudah dilengkapi dengan phantom power. Phantom power ini fungsinya adalah untuk menghidupkan microphone condensor yang memerlukan voltase sebesar 48 V.

 

Sound card bawaan komputer tentunya tidak memiliki phantom power, hal ini menjadi kekurangan tersendiri ketika kita hendak menggunakan mic condensor khusus rekaman.

 

6. Membantu Melakukan Recording Secara Split

Terfikir untuk melakukan live recording dengan beragam instrumen dengan satu waktu? Dengan sound card khusus recording, melakukan live recording dengan pencatatan secara satu per satu menjadi mudah untuk dilakukan.

 

Namun sayangnya, split recording ini biasanya terdapat pada sound card mahal yang memiliki banyak input dan mendukung pencatatan secara terpisah antara tiap channel input (sound card mixer kami yang memiliki 6 channel input tidak mendukung split record).

 

7. Menyetting Audio dari Instrumen

Pada beberapa sound card, biasanya sudah tersedia minimal potensio volume yang berfungsi untuk mengatur besaran audio yang hendak dimasukan pada software DAW di komputer.

 

Namun pada sound card yang lebih mahal, ada knob potensio lain seperti kompresor, delay, reverb, eq, dan lain sebagainya.

 

Menyenangkan bukan? Kita tidak perlu beli alat lain satu per satu. Namun sayangnya, semakin lengkap suatu sound card, maka harganya semakin mahal.

 

Tips Membeli Sound Card Record

Ada beberapa tips dalam membeli sound card recording. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan kualitas sound card, minimum memiliki spek kualitas 16 bit dan 48 Khz. Idealnya di atas 24 bit dan 48 Khz.
  2. Sesuaikan jumlah channel input dan output. Untuk home recording dengan teknik multy track record, maka sound card dengan 2 channel input dan 1 channel output sudah cukup.
  3. Sesuai budget juga tidak kalah penting! Dulu, belum banyak sound card recording berharga ratusan ribu seperti sekarang. Namun meski sekarang sudah murah, bukan berarti yang mahal harus kita lewatkan. Sekali lagi, sesuaikan budget dengan kebutuhan. Percuma kan beli yang murah namun mengecewakan?
  4. Pastikan latency-nya minim.
  5. Gunakan sound card USB. Meski sebenarnya ada model lain seperti wireless dan PCI, namun untuk sekarang, nampaknya masih lebih ramah versi USB.
  6. Pastikan support dengan OS komputer kita. Jika kita menggunakan Windows, maka pastikan sound card tersebut support untuk Windows, begitu seterusnya.
  7. Butuh phantom power atau tidak? Jika kita akan menggunakan mic condensor dan tidak ingin beli phantom power external, maka pastikan sound card kita sudah memiliki fitur phantom power.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel